Bayi yang
masih berusia mingguan dan belum bisa berbicara tentu hanya bisa menyampaikan
keluhan yang dirasakan melaui tangisan. Nah, sudah menjadi kondisi normal juga
jika bunda memiliki kesulitan untuk mengartikan tangisan bayi.
Namun riset
menunjukkan bahwa, bunda tidak perlu repot-repot memahami tangisan bayi, karena
ada tips deteksi kesehatan buah hati lainnya yaitu melalui tekstur dan aroma
feses (kotoran bayi).
Tips Deteksi
Kesehatan Buah Hati Melalui Warna, Baud an Tekstur Feses
Kotoran bayi
normal baru lahir cirri utamanya adalah tidak ada darah. Selama kotoran bayi
tampak wajar tanpa bercak merah bunda tidak perlu banyak khawatir, mungkin
tangisan bayi berarti hal lain diluar kondisi kesehatan.
Para ahli
menyampaikan terdapat tahapan warna kotoran bayi baru lahir. Pada awalnya,
kotoran bayi akan berwarna hijau, lambat laun akan beralih gelap pada waktu
usia mencapai dua minggu. Pada periode dua sampai tiga minggu, warna kotoran
akan cenderung berwarna kuning keemasan. Warna kotoran akan kembali berubah
beriringan dengan diberikannya makanan padat kepada buah hati.
Proses
pembuangan kotoran bayi baru lahir pada umumnya terjadi setiap hari setelah
mengkonsumsi ASI. Hal ini dikarenakan proses transisi saluran cairan pada usus
besar buah hati setelah keluar dari kondisi di rahim bunda. Kotoran bayi dari
konsumsi ASI akan bertekstur lembut. Jika mengkonsumsi susu formula, tekstur
kotoran bayi cenderung padat.
Deteksi Kesehatan
Pencernaan Bayi
Jika kotoran
bayi berupa cairan atau lengket, maka itu pertanda ada sebuah masalah dalam
pencernaannya. Deteksi kesehatan bayi tersebut sebaiknya ditindaklanjuti dengan
analisa dokter spesialis guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Deteksi
sembelit pada bayi bukan berarti terjadi saat bayi tidak BAB selama beberapa
hari. Ciri utama bayi mengalami sembelit adalah kotorannya terlihat padat dan keras.
Ada kalanya
kandungan gas dalam perut bayi bertambah saat buang kotoran. Hal demikian dapat
terjadi bila posisi memberikan ASI kurang tepat. Posisi pemberian ASI yang
tidak pas menyebabkan bayi ikut menelan banyak udara disaat bersamaan dengan
menyusui ASI.
Kotoran
berwarna hitam wajar saat makanan padat mulai diberikan. Hal tersebut terjadi
karena bahan makanan yang dikonsumsi.
Kotoran memiliki bau menyengat. Pada umumnya kotoran bayi yang mengkonsumsi ASI tidak terlalu menyengat. Bau menyengat akan lebih tercium saat bayi lebih banyak mengkonsumsi susu formula.
Nah, itulah tips deteksi kesehatan buah hati melalui feses yang mudah diterapkan selama bunda membesarkan buah hati. Semoga bermanfaat.